Puisi Tentang Senja (2)

Dalam senja aku berbisik

Jangan tertidur ketika senja

Aku takut menjadi gila
Teruntuk senja di lautan 

Aku melihatmu telanjang 

Tiada gedung yang menghalangiku
Senja di pantai

Membuatku melayang layang 

Terbawa ombak naluri teluk bone
Aku mencintaimu wahai senja

Dan aku sangat mencintai yang menciptakan senja
Teruntuk Tuhanku Yang Maha Esa

Terimakasih karena telah menciptakan senja

Terimakasih karena telah menciptakan dunia

Dan terimakasih juga karena telah menciptakan rindu.

Mencarimu di Ruang Hampa Udara

Aku sesak

Mencarimu di sudut ruang

Di sana banyak debu usang

Bahkan sudah tercium bau bangkai musang

.

Beri aku sedikit udara

Agar aku bisa bernafas

Agar aku bisa menemukan kamu

Yang membuka mata dan jendela hati

.

Teruntuk kamu yang bersembunyi

Jangan sunyi

Ini bukan satu januari
Bukan tentang kembang api

.

Detik jam dinding menambah sesak

Di dadaku hanya ada pilu

Kucium aroma nafasku sendiri

Agar aku tetap hidup

.

Tolong beri aku ciuman

Beri aku nafas

Aku sudah sangat sesak

Mencarimu di ruang hampa udara

Puisi Tentang Senja (1)


Hai senja

Lama kita tak bertemu

Maafkan aku

Sudah lama sekali aku tidak mengunjungimu

Aku sibuk

Semakin hari semakin banyak yang harus kuselesaikan. 

.

Hai senja

Aku cemburu

Semakin hari semakin banyak yang mencintaimu

Banyak manusia yang jatuh cinta di sore hari

Mereka sangat asyik berduaan

Menyaksikanmu terbenam. 

.

Hai senja

Aku rindu berduaan mesra denganmu

Aku rindu menceritakan semua hal kecuali tentang perpisahan

Aku benci perpisahan

Perpisahan itu menyakitkan

Sekalipun perpisahan dengan musuh bebuyutan. 

.

Hai senja

Aku rindu menyicipi kopi ketika sore denganmu

Walau aku tahu kita akan selalu berpisah ketika hari mulai gelap

.

Hai senja

Sesekali aku tidak pernah membenci sore

Sekalipun sore yang memisahkan kita

Tapi sore adalah satu-satunya waktu yang bisa mempertemukan kita. 

Hi WordPress, I’m comeback to you!

Setelah 4 tahun lebih, WordPress ini kutinggal dan tak kurawat, dan selama 4 tahun ini juga banyak perempuan-perempuan yang singgah dihatiku untuk sementara dan akhirnya sama-sama memutuskan untuk menjadi teman baik saja. Jikalau pacaran pun percuma, ego antara aku dan perempuan masih sama-sama tinggi. 

Keduanya saling menuntut sebuah pertemuan. Antara aku dan perempuan masih sama-sama membenci rindu. Padahal sudah jelas kalau rindu itu tak bersalah dan sangat tak patut untuk dibenci. 

Teruntuk kamu yang sedang membaca tulisan ini, bagaimana denganmu? Apa kamu membenci rindu? Jawab di kolom komentar ya.

Sebelum aku kembali ke WordPress, aku pernah tersesat di platform sebelah yang tak tentu arahnya mau kemana.. 

Aku memutuskan untuk berhenti dari platform sebelah karena bosan. Sangat bosan! Apalagi dengan logonya yang khas berwarna oranye. Da akumah urang sunda asli, resep nu biru, sanes resep nu oren hehe. Semoga kamu paham apa maksud Bahasa Sunda ku. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke platform ini. 

Hello WordPress, nice to meet you again! đź’™

Aku bosan dengan si logo oranye bukan berarti aku benci, disana rumit aku harus belajar banyak tentang HTML dan sejenisnya. Banyak tulisan perjalananku di gunung dan laut, aku belajar banyak menulis di blogku yang dulu. Jika kau mau lihat silahkan kunjungi www.topantrengginas.com, aku belajar menulis dimulai dari situ tapi aku sudah tidak ada disitu, jangan kau cari aku disitu, biar saja usang dimakan waktu. 

Puisi-puisiku juga sebagian ada yang sudah ku publish disitu. Tapi jika mau baca puisi lengkapku, kamu bisa baca antologi buku puisiku yang Insya Allah tahun ini terbit. Doakan ya!